JAKARTA β€” Dunia kenotariatan Indonesia memiliki sejumlah tokoh yang telah memberikan kontribusi panjang melalui dedikasi dan pengalamannya. Salah satunya adalah Tri Firdaus Akbarsyah, notaris senior yang telah menjalani profesinya selama 27 tahun sejak diangkat sebagai notaris pada 1998.

Pria yang akrab disapa TF tersebut merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) pada 1995. Setelah menyelesaikan pendidikan hukumnya, Tri Firdaus kemudian memasuki dunia kenotariatan dan resmi diangkat sebagai notaris pada 1998.

Selama berkarier, Tri Firdaus tidak hanya menjalankan profesinya sebagai notaris, tetapi juga aktif dalam organisasi profesi Ikatan Notaris Indonesia (INI). Kiprahnya di organisasi tersebut dimulai sejak 2006.

Sepuluh tahun kemudian, Tri Firdaus dipercaya menduduki posisi sebagai Sekretaris Umum INI. Pengabdiannya di organisasi profesi tersebut kemudian berlanjut hingga pada 2023 ia terpilih sebagai Ketua Umum INI untuk periode 2023-2026.

Tidak hanya aktif di tingkat nasional, Tri Firdaus juga membawa kiprahnya ke tingkat internasional. Pada 2023, ia dipercaya menjabat sebagai Presiden Komisi Asia-UINL. Komisi tersebut mencakup sembilan negara, yaitu Indonesia, China, Jepang, Korea Selatan, Mongolia, Vietnam, Lebanon, Uzbekistan, dan Kazakhstan.

Selain menjalankan profesi dan aktivitas organisasi, Tri Firdaus juga mendirikan TF Law Center (TFLC), sebuah wadah yang bergerak di bidang edukasi hukum. TFLC dibentuk sebagai sarana untuk membantu dan memberikan ruang pembelajaran kepada para praktisi maupun pihak yang membutuhkan pemahaman mengenai persoalan hukum.

"TF Law Center ini adalah satu wadah yang kita bikin untuk membantu teman-teman dalam hal permasalahan," ujar Tri Firdaus dalam keterangannya kepada Hops.ID pada 23 Januari 2024.

Menurut Tri Firdaus, ilmu di bidang kenotariatan bersifat dinamis sehingga para notaris dituntut untuk terus mengikuti perkembangan regulasi. Pemahaman terhadap perubahan peraturan menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi secara profesional.

"Dinamis sekali. Peraturan-peraturan kan itu harus dibaca, harus di-update terus oleh teman-teman notaris," jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan TF Law Center diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan keilmuan para notaris.

"Makanya dengan ada TFLC ini itu sebagai wadah untuk memberikan keilmuan kepada teman-teman," sambungnya.

Memaknai Kesuksesan

Setelah 27 tahun berkarier di dunia kenotariatan dan meraih berbagai pengalaman di tingkat nasional maupun internasional, Tri Firdaus memiliki pandangan tersendiri mengenai arti kesuksesan.

Baginya, kesuksesan bukan semata-mata mengenai pencapaian pribadi, tetapi bagaimana sebuah pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik tanpa merugikan atau menyakiti orang lain.

"Sukses bagi saya itu mengerjakan sesuatu dengan tuntas, selesai, dan tidak ada yang disakiti. Dan orang-orang sekeliling saya itu senang," ungkapnya.

Tri Firdaus juga menekankan pentingnya menyelesaikan setiap tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Menurut dia, keberhasilan dalam menjalankan tugas adalah ketika pekerjaan dapat dituntaskan meskipun terdapat berbagai tantangan dalam prosesnya.

"Jadi sukses dalam artian, apa yang kita kerjakan selesai, tanpa ada satu halangan, tanpa ada satu rintangan," katanya.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa bagi Tri Firdaus, perjalanan profesional tidak hanya berorientasi pada pencapaian individu. Ia juga ingin keberhasilan yang diraih dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya.

"Dan orang-orang sebelah saya ini semua senang. Jadi sukses bersama," pungkas Tri Firdaus Akbarsyah.

Dengan pengalaman selama 27 tahun sebagai notaris, keterlibatan dalam organisasi profesi, kiprah di tingkat internasional, serta aktivitas edukasi melalui TF Law Center, Tri Firdaus Akbarsyah terus menempatkan pengembangan keilmuan dan kebermanfaatan bagi sesama sebagai bagian dari perjalanan profesionalnya.